Pernikahan

Uti & Auzan

- Jumat, 12 Maret 2021 -

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamu`alaikum
Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan.
Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami:

Wahyunda Risa Putri

Putri dari Bapak Ridzal Salim (Rahimahullah)
& Ibu Juliarni

- & -

Auzan Giffari

Putra dari Bapak Arman Saidi Aksyah (Rahimahullah)
& Ibu Zahari Hayati

Event

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri Resepsi Pernikahan kami.

Akad Pernikahan

Resepsi Pernikahan

--

Untuk mematuhi himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19, maka diharapkan Bapak/Ibu/Saudara/i tamu undangan untuk:

--

gunakanmasker

Selalu memakai masker selama acara berlangsung

mencucitangan

Mencuci tangan sebelum dan sesudah memasuki lokasi acara.

jagajarak2M

Tidak berkerumun, dengan menjaga jarak satu sama lain.

salaman

Tidak bersalaman, dapat menggantinya dengan salaman jarak jauh

--

Terima kasih atas pengertian Bapak/Ibu/Saudara/i, semoga dengan melakukan protokol kesehatan di atas, kita semua dapat terjaga dari Covid-19.

--

Waktu Menuju Acara
00 Hari 00 Jam 00 Menit 00 Detik
Home
Couple
Event
Story and Wish

Qur’an dan Hadist

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

QS. Ar-Rum : 21

--

  • Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata : “Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِى. “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”.

    [Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim]
  • Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

    ‘Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).'”

    (HR. Al-Bukhari)
  • Allâh Azza wa Jalla berfirman:

    مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْوَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui

    (QS. An Nur: 32).
  • Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    اَلنِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوْا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ.

    “Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat).”

    (HR. Ibnu Majah no. 1846, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah)
  • Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.

    “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”

    (Hadits riwayat Muslim dari Abdullah ibnu Umar)

--

Tekan Tombol di bawah ini! Dan pastikan kehadiran dan ucapan kamu untuk​

Uti & Auzan

--

Yang Berbahagia,

Keluarga Bapak Ridzal Salim (Rahimahullah)
& Ibu Juliarni

- & -

Keluarga Bapak Arman Saidi Aksyah (Rahimahullah)
& Ibu Zahari Hayati

Kami mengundang Anda,
untuk menghadiri momen spesial kami

Uti & Auzan

error: Content is protected !!