Walimatul Ursy

Heni
&
Jo

- Ahad, 24 Januari 2021 -

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamu`alaikum
Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Maha Suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan.
Ya Allah semoga ridho-Mu tercurah mengiringi pernikahan kami:

Heni Puspita Sari

Putri Bungsu dari Bapak H.Nur Muhammad
& Ibu Hj. Tumini

- & -

Suparjo

Putra ke-4 dari Bapak Darusman
& Ibu Ratinem

Agenda

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri Walimatul Ursy Pernikahan kami.

Akad Pernikahan

Walimatul Ursy

--

Untuk mematuhi himbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19, maka diharapakan Bapak/Ibu/Saudara/i tamu undangan untuk:

--

gunakanmasker

Selalu memakai masker selama acara berlangsung

mencucitangan

Mencuci tangan sebelum dan sesudah memasuki lokasi acara.

jagajarak2M

Tidak berkerumun, dengan menjaga jarak satu sama lain.

salaman

Tidak bersalaman, dapat menggantinya dengan salaman jarak jauh

--

Terima kasih atas pengertian Bapak/Ibu/Saudara/i, semoga dengan melakukan protokol kesehatan di atas, kita semua dapat terjaga dari Covid-19.

--

Waktu Menuju Acara
00 Hari 00 Jam 00 Menit 00 Detik

Mutiara Hikmah

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

QS. Ar-Rum : 21

--

  • MEMBENTUK PRIBADI RESILIEN
    Oleh : Cahyadi Takariawan

    Pribadi yang resilien adalah pribadi yang memiliki resiliensi, atau pribadi yang memiliki daya lenting tinggi.

    Yang dimaksud dengan resiliensi (daya lenting / kelentingan) adalah kemampuan untuk kembali ke level semula setelah mengalami keterpurukan, atau kedukaan. Pribadi yang resilien, memiliki kemampuan untuk cepat bangkit apabila sempat mengalami guncangan permasalahan.

    Pribadi yang resilien, mudah memaafkan kesalahan orang lain, dan mudah sembuh dari kesakitan yang muncul akibat perlakuan orang kepada dirinya. Pribadi yang resilien, bukan saja tangguh dan tahan banting, namun cepat melenting bangkit apabila sempat mengalami keterpurukan.


    Pribadi yang tidak resilien, sangat sulit untuk bangkit dan kembali ke kondisi semula, apabila sempat mengalami keterpurukan. Mereka juga sulit memaafkan orang lain, pendendam, dan memerlukan waktu lama untuk sembuh dari rasa sakit akibat perlakuan orang kepada dirinya.

    Apabila kecewa, pribadi seperti ini tidak segera sembuh dari kekecewaannya. Ini adalah pribadi yang lemah dan labil, yang memiliki ‘plafon jiwa’ yang rendah.

    Hendaknya setiap laki-laki dan perempuan hendak menikah memahami, bahwa sebaik apapun pasangan hidup yang kelak mereka dapatkan, tetap saja memiliki sisi-sisi kelemahan dan kekurangan yang kelak akan menjadi sumber kekecewaan.

    Oleh karena itu, siapkan diri untuk bisa menampung berbagai hal yang tidak sesuai harapan atau tidak sesuai ekspekstasi yang dibangun sebelum menikah. Inilah pondasi bagi terbentuknya pribadi resilien.

--

Jazakumullah Khairan Katsiron,
Kami yang Berbahagia

Keluarga Bapak H.Nur Muhammad
& Ibu Hj. Tumini

- & -

Keluarga Bapak Darusman
& Ibu Ratinem

Kami mengundang Untuk menghadiri Acara Walimatul Ursy kami.
Ahad, 24 Januari 2021

Heni & Jo

Home
Couple
Agenda
Mutiara Hikmah
error: Content is protected !!